PANDUAN PENGGUNAKajian Redaksi atas Tulisan yang Dihapus
Kalau kamu baru pertama kali mampir dan menemukan tautan yang mati atau halaman yang kosong, pertanyaan pertama biasanya: ke mana perginya tulisan itu? Di kajian ini kami menjelaskan mengapa sebuah tulisan dihapus, siapa yang memutuskan, dan apa yang tersisa setelahnya. Kami tidak menyembunyikan jejaknya, melainkan mencatat alasan di balik setiap penghapusan.
Pemicu Penghapusan
Tulisan bisa dihapus karena data usang, tautan mati, kesalahan faktual, atau pelanggaran pedoman internal. Setiap pemicu punya bobot berbeda dan tidak selalu berujung pada penghapusan permanen.
Siapa yang Memutuskan
Keputusan diambil oleh penyunting yang tidak terlibat menulis naskah tersebut. Jika terjadi perbedaan pendapat, urusan naik ke pemeriksa ketiga sebelum status akhir ditetapkan.
Hal yang perlu diperiksa
- Alasan penghapusan dicatat sebelum tulisan ditarik dari publikasi.
- Pemeriksa kedua menilai apakah penghapusan sudah proporsional.
- Pembaca dapat mengajukan keberatan lewat kanal koreksi resmi.
Jika masih ada yang belum jelas, tanyakan langsung kepada penyelenggara layanan tujuan sebelum melanjutkan. Informasi pada banner adalah materi promosi; ketentuan tertulis pada layanan tujuan tetap perlu dibaca.